× Badan Diklat Badan Kepegawaian & Pengembangan SDM Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bagian Hukum dan Ham Bagian Kerja Sama Bagian Kesra Bagian Keuangan Bagian Perekonomian dan Pembangunan Bagian Perlengkapan Bagian Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Bagian Umum Dinas Kearsipan Dinas Kebudayaan Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Dinas Ketenagakerjaan Dinas Komunikasi dan Informatika Dinas Koperasi dan UKM Dinas Lingkungan Hidup Dinas Pariwisata Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pemadam Kebakaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemuda & Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Dinas Penataan Ruang Dinas Pendidikan Dinas Pengendalian Penduduk & KB Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perikanan & Pertanian Dinas Perpustakaan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Dinas Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Dinas Sosial DPRD Inspektorat Kesbangpol Korpri Ortala Perusahaan Daerah Protokol Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja

Penyamakan Kulit UPTD Makassar Masih Terkendala Regulasi

Penyamakan Kulit UPTD Makassar Masih Terkendala Regulasi
Selasa , 30 April 2019 08:14

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar,  Nielma Palamba menilai produk kulit hasil dari penyamakan UPTD Penyamakan Makassar sangat bagus dan layak dijual.  

Sayangnya, produk-produk ini belum bisa dilepas kepada pengrajin karena terkendala persolan regulasi.  

“Jadi produk kita tampung saja dulu. Produksi tetap lanjut. Padahal kualitas kulitnya sangat-sangat bagus,” ungkapnya.  

Lebih lanjut Ia mengatakan, setiap tahun UPTD Penyamakan Kulit membeli kulit dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemkot Makassar, yang juga berdampingan lokasi.

“Ini kulit sapi dibeli tiap tahun dari RPH, itulah yang diolah. Tapi itu tadi kita masih tumpuk sambil tunggu penetapan Perda,” tutupnya.

Penulis : Yuniastika Datu

Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

Komentar