× Badan Diklat Badan Kepegawaian & Pengembangan SDM Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bagian Hukum dan Ham Bagian Kerja Sama Bagian Kesra Bagian Keuangan Bagian Perekonomian dan Pembangunan Bagian Perlengkapan Bagian Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Bagian Umum Dinas Kearsipan Dinas Kebudayaan Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Dinas Ketenagakerjaan Dinas Komunikasi dan Informatika Dinas Koperasi dan UKM Dinas Lingkungan Hidup Dinas Pariwisata Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pemadam Kebakaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemuda & Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Dinas Penataan Ruang Dinas Pendidikan Dinas Pengendalian Penduduk & KB Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perikanan & Pertanian Dinas Perpustakaan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Dinas Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Dinas Sosial DPRD Inspektorat Kesbangpol Korpri Ortala Perusahaan Daerah Protokol Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja

Dinas PPPA Kawal Kasus Pemerkosaan M, Ini Kata Tenri Palallo

Dinas PPPA Kawal Kasus Pemerkosaan M, Ini Kata Tenri Palallo
Senin , 9 Januari 2017 11:31

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Tenri A Palallo langsung merespon instruksi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto yang meminta, kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang menimpa M (15) yang juga menderita tuna rungu, didampingi secara maksimal. 

"Kami telah menindaklanjuti sesuai instruksi bapak wali kota (Danny Pomanto," kata Tenri, Senin (9/1/2017).

Selain berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar, Tenri juga mengupayakan pendampingan psikologi bagi korban, dan memberikan pendampingan hukum melalui LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Makassar. 

Menurutnya, insiden yang menimpa M (15) tergolong kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Dinas PPPA akan memaksimalkan penangananya melalui P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Makassar. 

"Kami juga akan berkoordinasi dengan satgas kementerian, Pertuni, dan aktivis perempuan," pungkas Tenri.

Diberitakan, M menjadi korban pemerkosaan oleh Amat, duda berusia 48 tahun, di Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Makassar, Minggu (8/1/2017).
 

Adv

Penulis : Nurhikmah

Editor : Adil Patawai

Komentar