× Badan Diklat Badan Kepegawaian & Pengembangan SDM Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bagian Hukum dan Ham Bagian Kerja Sama Bagian Kesra Bagian Keuangan Bagian Perekonomian dan Pembangunan Bagian Perlengkapan Bagian Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Bagian Umum Dinas Kearsipan Dinas Kebudayaan Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Dinas Ketenagakerjaan Dinas Komunikasi dan Informatika Dinas Koperasi dan UKM Dinas Lingkungan Hidup Dinas Pariwisata Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pemadam Kebakaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemuda & Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Dinas Penataan Ruang Dinas Pendidikan Dinas Pengendalian Penduduk & KB Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perikanan & Pertanian Dinas Perpustakaan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Dinas Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Dinas Sosial DPRD Inspektorat Kesbangpol Korpri Ortala Perusahaan Daerah Protokol Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja

Dinas Dalduk KB Berhasil Gaet 71 Akseptor di Kelurahan Panambungan

Dinas Dalduk KB Berhasil Gaet 71 Akseptor di Kelurahan Panambungan
Kamis , 19 Januari 2017 16:03

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mengawali 2017, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB), menggelar pelayanan KB mobile pertamanya, Kamis (19/1/2017). 

Pelayanan KB mobile kali ini berbasis keluarga miskin, dan di pusatkan di di Rusunawa, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso. Selama pelayanan, Dinas Dalduk dan KB berhasil menggaet 71 orang akseptor, yaitu 60 akseptor implant 5 akseptor IUD, dan akseptor suntik sebanyak 6 orang.

"Tepatnya tempat pelaksanaan di Faskes Panambungan," kata Kepala Bidang KB Dinas Dalduk dan KB Kota Makassar, Abd Haris AK kepada Rakyatku.com. 

Baca juga: Foto: Dinas Dalduk dan KB Gelar Pelayanan KB Grstis untuk Warga Miskin

Abdul Haris menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat dengan metode pelayanan KB mobile berbasis Lorong, dengan penerapan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang lebih aman, efektif, dan efisien.

"Apalagi tanpa dipungut biaya sehingga diharapakan minat masyarakat semakin tinggi. Sehingga tim pelayanan KB ini dapat menjaring pengguna KB seperti implan dan IUD," katanya.

Metode kontrasepsi jangka panjang lebih aman, efektif, dan efisien karena memiliki rentang waktu yang lama, yakni implan selama tiga tahun dan IUD bisa sampai 10 tahun.

"Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan tim kami mendapatkan lebih banyak akseptor," pungkasnya.

Adv

Penulis : Nurhikmah

Editor : Adil Patawai

Komentar