× Badan Diklat Badan Kepegawaian & Pengembangan SDM Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bagian Hukum dan Ham Bagian Kerja Sama Bagian Kesra Bagian Keuangan Bagian Perekonomian dan Pembangunan Bagian Perlengkapan Bagian Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Bagian Umum Dinas Kearsipan Dinas Kebudayaan Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil Dinas Kesehatan Dinas Ketahanan Pangan Dinas Ketenagakerjaan Dinas Komunikasi dan Informatika Dinas Koperasi dan UKM Dinas Lingkungan Hidup Dinas Pariwisata Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pemadam Kebakaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemuda & Olahraga Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Dinas Penataan Ruang Dinas Pendidikan Dinas Pengendalian Penduduk & KB Dinas Perdagangan Dinas Perhubungan Dinas Perikanan & Pertanian Dinas Perpustakaan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Dinas Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Dinas Sosial DPRD Inspektorat Kesbangpol Korpri Ortala Perusahaan Daerah Protokol Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja

Bebeberapa Titik Pengerjaan Drainase Belum Tuntas, Ini Alasan Dinas PU Makassar 

Bebeberapa Titik Pengerjaan Drainase Belum Tuntas, Ini Alasan Dinas PU Makassar 
Jumat , 25 Oktober 2019 15:59

RAKYATKU.COM, MAKASSAR- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengakui masih ada beberapa titik drainase yang tersebar hampir di seluruh kecamatan yang belum tuntas 100%. Hal itu disampaikan Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Fuad Azis, usai mendengar keluhan warga saat Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, seharian berkantor di Kecamatan Mamajang, Jumat (25/10/2019)

Dia mengatakan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala sehingga masih ada beberapa drainase yang belum diperbaiki. Anggaran kita itu cuma Rp90 miliar dan itu tersebar di 153 kelurahan sehingga memang harus ada skala prioritas," jelas Fuad.

Kata Fuad, jika dilihat dari skala kebutuhan, maka Bidang PSDA dan Drainase membutuhkan anggaran kurang lebih Rp260 miliar untuk mengatasi persoalan drainase di Kota Makassar, mulai dari pembangunan, rehabilitasi hingga pengendalian genangan. Namun, pemerintah terbantu adanya berbagai program asing.

Beberapa program asing dan nasional yang menunjang itu yakni Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE), Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP2), Slum Improvment Settlement Human Alleviation (SISHA), dan Kawasan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

"Program ini setidaknya tidak membebani APBD Makassar dan drainese yang belum tuntas ini bisa segera terakomodir," ungkapnya.

Lebih jauh, Fuad menyebut untuk mengendalikan banjir yang datang setiap musim hujan, pihaknya telah memiliki program bersih saluran drainase dan diharapkan masyarakat bisa terlibat langsung dalam program tersebut.

"Kita ada satgas drainase yang rutin turun mengeruk sedimen, kita juga ada program bersih saluran drainase dan ini diperlukan pelibatan masyarakat. Jadi, kalau misalnya bapak ibu di kelurahan ingin kerja bakti segera melapor di kelurahan nanti teman-teman di kelurahan menyampaikan ke kita dan nanri kita mendukung peralatan," pungkasnya.
 

Penulis : yuni

Editor : Trio Rimbawan

Komentar